Indicolite
03/05/2023
MERCUSUAR
"Maaf ya gua terlalu kebawa suasana nyampe terlalu deep talk gini sama lo, and lo juga pasti mikirnya gua lebay gajelas gitu kan. " Setetes air mata nya jatuh dari mata sebelah kiri.
Tanpa fikir panjang Re menarik pelan kepala Yans ke bahunya, memberinya tempat untuk meluapkan emosi.
Yans tidak marah, sekarang dia tahu jika ada orang lain yang benar-benar peduli pada perasaanya saat ini.
"Nangis aja sepuasnya, luapin emosi lo tanpa harus dunia tau cukup gue dan Tuhan aja yang tau. Fine... " Ucapnya yang turut prihatin pada Yans.
"Thanks ya, ternyata bocil kayak lo bisa perhatian juga. " Disela tangisnya.
"Tapi awas aja lo suka sama gue, ngga akan baik lagi gue sama lo! "
"Whyyy "
"Ya... Karena gue udah punya seseorang yang gue suka! "
"Narsis banget lo, emang dia suka sama lo? "
"Suka kok, cuma belum aja! " Jawabnya jutek.
"Like like you cill, tapi hati-hati jangan sampe perasaan lo yang dimainin sama dia ntar broken heart gue yang repot! "
"Hmm, bawel banget anjay udah kayak bunda aja. "