sementara itu,dennis yang melihat lala berlari tanpa memperdulikan nya hanya mampu menghela nafas kemudian melaju pergi bersama mobil nya pulang ke rumah.

tiba di rumah dennis hanya bersalaman dan menyapa sang ibu lalu pergi masuk ke kamar nya.

"bruuuukk" dennis menjatuhkan tubuh nya ke atas kasur,dalam pikiran nya penuh dengan rasa khawatir.

khawatir meninggalkan lala dan memberikan rasa sedih yang mendalam

khawatir menunggu hasil dari pemeriksaan

khawatir dengan kondisi orangtua nya jika tahu penyakit yang di derita nya

berulang kali dia berniat utk menghubungi lala,namun dia takut lala masih marah dan tidak mau mengangkat telpon nya.

"ting" tanda pesan masuk dari hp,bergegas dennis melihat isi pesan tersebut yang ternyata dari lala

"kang,maafin aku ya hari ini terlalu emosi ketika mendengar kamu akan pergi ninggalin aku,

kang,aku harap ada alasan kuat kenapa kamu tidak bisa jujur ke aku,dan aku percaya bahwa alasan nya bukan karena wanita lain,dan apapun alasan itu,aku siap nunggu sampai kamu benar-benar siap utk jelasin semua nya ke aku,maafin aku ya kang *emot_kiss*"

dennis merasa lega membaca pesan dari lala.

"iya neng,aku juga minta maaf ya,aku janji setelah tiba saat nya,aku akan jujur dan mengatakan semua nya,selamat malam geulis" dennis tersenyum setelah membalas pesan lala,perlahan mata nya merasa ngantuk hingga tertidur dengan rasa yang lega.

lala tersenyum bahagia membaca balasan dari dennis kemudian keluar kamar untuk makan malam dengan mami nya.

"abaaaaaaaaaaaang!!!" teriak lala seketika lari menghampiri dan memeluk farrel yang sedang berdiri tak jauh dari pintu kamar lala.

farrel memeluk dan mengusap kepala lala dengan penuh kasih,membiarkan sang adik melepas rasa rindu terhadap diri nya.

"bang,kangen lama banget gak balik sini,abng udah lupa ya sama mami sama lala?" ucap lala penuh sikap manja menatap kakak yang sangat dia rindukan.

"heh,anak kecil,udah kangen-kangenan nya?gak sadar ya kaki abang kamu injek dari tadi?" goda farrel sambil tertawa geli dan mengacak-ngacak rambut adik nya yang begitu lebat.

"heheee maaf bang,abng mah gitu masih aj seneng panggil aku anak kecil,aku kan bukan anak kecil lagi bang" jawab lala ketus melepaskan pelukan nya.

"oh iya,abang lupa sekarang kan udah pacaran ya,jadi udah gak mau di panggil anak kecil hehee"

"abaaaangg!!!,mami bang farrel nih isengin aku trus"

"eh ehh udah sih,kalian baru aj ketemu masa udah berantem,farrel udh donk jgn godain adek kamu trus,hayu kita makan,makanan kesukaan kalian udah nunggu di meja loh"

sahut bu dewi yang masih sibuk membantu bi narsih menyiapkan makan malam.

farrel dan lala kemudian duduk di meja makan,bersama sang ibu.

Read Next Episode
Semua komik full color dan gratis!Gratis download aplikasi, baca episode kelanjutannya!
Semua komik full color dan gratis!
Gratis Download Aplikasi dan Nikmati Akses Sepenuhnya